Bismillah…
Pembahasan
ini sebetulnya terlalu luas dan saya sama sekali bukan ahlinya, hanya ingin sedikit
berbagi dari buku yang telah saya baca dikarenakan saya tertarik, dan kerena
keterbatasn ilmu yang saya punya, penulis berharap pembaca bisa memuat komentar
yang positif dan memberikan masukan.
Pergaulan
remaja sekarang ini sangat sulit untuk dikontrol, mereka seperti sudah
jauh dari agama, dan menjadikan agama hanya sebagai ritual aja, iya...
ritual shalat 5 waktu tapi tidak memaknai shalat itu bagaimana dan
seperti apa, hanya jungkir balik... padahal ketika shalat itu kita
berkomunikasi dengan pencipta kita. Tau kan?
Kita sedikit bahas kenapa pergaulan remaja sekarang begitu bebas ya?
Bermula dari larangan orangtua yang relatif longgar, sehingga terjadi berbagai penyimpangan-penyimpangan remaja, salah satunya yaitu pacaran. Sehingga terdengar aneh ketika orang menikah tanpa diawali dengan pacaran.
Kita sedikit bahas kenapa pergaulan remaja sekarang begitu bebas ya?
Bermula dari larangan orangtua yang relatif longgar, sehingga terjadi berbagai penyimpangan-penyimpangan remaja, salah satunya yaitu pacaran. Sehingga terdengar aneh ketika orang menikah tanpa diawali dengan pacaran.
Iya,
dikatain so alim lah
Engga
jaman lah, kuno lah
Kebiasaan
bangsa arab lah
Oke
kita buktikan dampak dari pacaran dan pergaulan bebas, dengan hasil survey yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak
terhadap 4.500 remaja di 12 Kota Besar selama tahun 2007 memberikan fakta
bahwa:
-
97% remaja pernah menonton film porno,
-
93,7% pernah ciuman, petting dan oral
seks
-
62,7% remaja SMP sudah tidak perawan,
serta
-
21,2 %
remaja SMU pernah aborsi
Sekjen
Departemen Kesehatan (Depkes) Sjafi’i Ahmad menyatakan, informasi tentang pornografi
akan mengubah pola perilaku seseorang sesuai dengan informasi yang diterimanya.
Oke,
menurut saya ini hampir sama saja dengan cuci otak dan pembodohan, setuju apa
setuju? Karena menurut beberapa survey juga, menonton film porno itu menurunkan
daya ingat dan beberapa orang menjadi tidak fokus menjalankan aktivitas
sehari-hari, linglung.
Bayangkan
karena
hal yang dianggap lumrah dan wajar ini, pernikahan sesama jenis yang
dilegalkan,
pacaran yang sudah dianggap lumrah oleh masyarakat…. menyebabkan moral
bangsa terutama individu hancur, bahkan nyaris hilang. Oke jangan
jauh-jauh ke
luar pulau…. Bicara di Jawa Timur saja dulu yang deket-deket:
-
1,5 juta remaja dilaporkan mengidap
HIV/AIDS,
-
13 ribu lebih remaja menjadi pengguna
narkoba suntik diawali dari usia SD
-
28,5 % remaja telah melakukan hubungan
seksual sebelum nikah.
Bicara HIV/AIDS, apakah penyakit itu sudah ada obatnya sampai sekarang? Belum kan?
Sungguh ini adalah azab yang nyata dari Allah untuk para pendurhaka.
Penulis pernah mendengar dosen berbicara bahwa asa usul HIV/AIDS itu awalnya dari kaum homo/lesbian, ya... mereka seperti kaum Nabi Luth, sungguh hina diri mereka. Mereka tidak percaya bahwa azab Allah itu sangat pedih, Islam bukan ideologi mereka sungguh mereka adalah orang-orang yang tersesat.
Naudzubillah.
Bicara HIV/AIDS, apakah penyakit itu sudah ada obatnya sampai sekarang? Belum kan?
Sungguh ini adalah azab yang nyata dari Allah untuk para pendurhaka.
Penulis pernah mendengar dosen berbicara bahwa asa usul HIV/AIDS itu awalnya dari kaum homo/lesbian, ya... mereka seperti kaum Nabi Luth, sungguh hina diri mereka. Mereka tidak percaya bahwa azab Allah itu sangat pedih, Islam bukan ideologi mereka sungguh mereka adalah orang-orang yang tersesat.
Naudzubillah.
Jumlah
aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30% diantaranya dilakukan
oleh remaja, KTD (kehamilan tidak diinginkan) cenderung meningkat; 150.000 - 200.000
kasus setiap tahun. Subhanallah…
Siapa
pihak yang paling dirugikan disini? laki-laki? BUKAN! KITA sebagai
PEREMPUAN yang sangat dirugikan, dan ingat! penyesalan itu sudah standby menunggumu menjemputnya.
Akan
seperti apakah generasi negeri ini dengan moral anak bangsa yang sangat rendah
ini, menjadi pemudah-pemudi harapan bangsa kelak? Pemuda pembangun peradaban
islam akhir zaman? Ah.. Jangankan untuk menegakkan islam, menopang tubuhnya
sendiripun belum bisa, Subhanallah...
Semoga
segera disadarkan, dengan banyaknya yang bermaksiat, semoga banyak pula
orang-orang yang ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar.
Semoga mereka sadar bahwa mereka punya Allah dan malaikat yang full time memperhatikan dan melihat perbuatan mereka, sungguh tidak adakah suatu rasa malu sedikitpun pada diri mereka?
Dan Islam lah jalan untuk mereka, Islam sebaik baiknya tempat kembali dan bertaubat.
Semoga mereka sadar bahwa mereka punya Allah dan malaikat yang full time memperhatikan dan melihat perbuatan mereka, sungguh tidak adakah suatu rasa malu sedikitpun pada diri mereka?
Dan Islam lah jalan untuk mereka, Islam sebaik baiknya tempat kembali dan bertaubat.
Mungkin
mustahil untuk menjadi “sesempurna” Rumaisa RA, Salman Al Farisi RA, atau pun
Bilal bin Rabbah RA. Namun cukup dengan menjadi “jomblo mulia” generasi muda
akan terselamatkan.
Tak
terbanyang
Bagaimana
kami mengasuh anak-anak kami kelak
Bagaimana
sulitnya mengontrol mereka diluar rumah
Terutama
dalam pergaulan
Di
didik dalam keluarga islami
Sekolah
islami
Dan
terutama lingkungan islami
Mungkin
tak menjamin baik
namun
sedikit meminimalisir keburukan
Akan
ada tanggung jawab kelak,
Akan
ada penghisaban
Semoga
kami bisa membimbing keturunan kami
Semoga
Ridha Allah ada pada keluarga kami kelak
Aamin
beberapa sumber dari buku #kdkd #dije
4 Juli 2015
4 Juli 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar