Assalamualaikum sahabat, saya ingin sedikit berbagi tulisan dari tugas dari salah satu DKM fakultas yang saya ikuti, yang bertema 'memantapkan diri dijalan dakwah'.
selamat membaca ^_^
Mungkin ada sebagian
orang yang menyepelekan tentang dakwah, seperti yang pernah saya alami di
lingkungan saya yang masih menganggap dakwah itu urusan seseorang yang lulus dari
pesantren, urusan Ustadz, atau Ustadzah. Padahal, dilihat dari pengertiannya
saja, Dakwah (Arab:
دعوة, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat
menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah
sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam.
Dapat disimpulkan dari pengertiannya dakwah itu adalah ajakan, ajakan dari
seorang muslim kemuslim yang lain untuk sama-sama berjalan dalam kebaikan agar
mendapat ridho Allah swt.. Seperti firman Allah SWT.:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ
إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ
وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan
hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah
orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)
Dan hadist dari abu sa’id
Al-khudri ra. Berkata, “aku mendengar Rasululla saw. Bersabda:
“Barang siapa melihat kemungkaran
di lakukan di hadapannya, maka cegahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu,
maka dengan lidahnya. Jika tidak mampu maka bencilah dengan hatinya. Dan itu
adalah selemah-lamahnya iman.” (Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah,
Nasa’i-At-targhib)
Dari keduanya, dapat disimpulkan
bahwa dakwah boleh disebarkan oleh siapa saja asal ada ilmunya, karena Allah
juga telah mencegah kita untuk tidak berbicara tanpa ilmu. Dakwah juga tidak
harus mengandung materi yang panjang lebar, kita juga bisa mengaplikasikan
dakwah dalam kehidupan sehari-hari, dakwah kepada teman yang sedikit lebih
mudah karena kita yang terbiasa saling berkomunikasi atau sekedar mendengarkan
curahan isi hati teman kita, disitulah kita bisa menyelipkan nasehat-nasehat
islami kepada teman kita agar mereka lebih baik.
Sebagai aktivis dakwah, selalu ada rintangan dalam
menjalankannya. Kita juga tahu bahwa ketika kita berada dalam jalur dakwah
terlebih menjadi aktivis dakwah, dakwah ini merupakan jalur yang panjang dan
tidak cukup hanya samapai pada generasi kita saja, dan yang pasti memerlukan
daya tahan yang kuat, kenapa harus memiliki daya tahan kuat? Agar kita tetap
istiqomah dalam mengemban dakwah. Banyak cara agar kita tetap bertahan dalam
melakukan dakwah; kembali ke motivasi dan tujuan kita di jalan dakwah
sebenarnya untuk apa? Menyegarkan kembali keimanan kita dengan cara sering
berkumpul dan berbincang dengan aktivis lain agar kita dapat me-charger
semangat kita, kita juga harus pandai bersabar karena berdakwah ini memerlukan
waktu yang tidak sedikit, berdakwah kepada seseorang berarti kita memasuki/
memengaruhi seseorang atau mengubah pola pikir seseorang agar mau berjalan
dijalan-Nya. Ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Juga menjalin tali
persaudaraan (ukhuwah) yang baik satu sama lain, baik dengan sesama aktivis,
lingkungan dan mad’u (objek dakwah) sekalipun. Ikhlas adalah salah satu hal
yang dapat menguatkan motivasi kita, agar semuanya tercapai dengan cara
perbaharui niat, menambah kecintaan pada Allah, selalu beramal baik, dan
melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai manusia sekaligus hamba
Allah. Tak jarang aktivis ini didera kesulitan, yang mucul dari luar maupun
dari diri sendiri. Kesulitan dari diri sendiri itu bisa seperti rasa malas yang
tumbuh kapanpun kita merasa bosan, bahkan kesulitan inipun bukan hanya dialami
oleh para aktivis dakwah sekarang, pada generasi sebelumnya juga sejak Rasul
dan para sahabatnya berdakwah, hambatan, rintangan dan kesulitan itu selalu
ada.
Ada
beberapa dakwah yang tanpa kita sadari kita telah memengaruhi orang lain dalam
kebaikan:
- Dakwah fardiah
merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada
orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan
terbatas. Biasa dakwah ini seperti menasehati teman kerja atau teman dekat
seperti yang dijelaskan tadi atau mengunjungi orang yang sakit.
2. Dakwah bil al-hal
Dakwah bil
al-hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan
agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si
Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri
penerima dakwah. Dakwah seperti ini bisa dilakukan utamanya pada unit terkecil
misalnya kepada keluarga terlebih dahulu, ibu atau ayah mencontohkan menerapkan
shalat tepat waktu, selalu membaca basmalah ketika hendak melakukan sesuatu
sehigga orang lain yang melihat dapat menirukan perbuatan kita.
3. Dakwah bit-tadwin
Memasuki
zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-tadwin
(dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, majalah,
internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat
penting dan efektif. Pada zaman sekarang ini kita dapat dengan mudahnya
mempublikasikan dakwah kita lewat medisa sosial baik itu lewat facebook, line,
membuat suatu buku atau novel yang mengandung unsur dakwah didalamnya, bahkan
jika yang senang menulis di blog, bisa kita terbitkan tulisan kita di blog
juga.
Dahwah
melalui tulisan ini cocok untuk seorang aktivis dakwah yang tidak biasa
berbicara di depan orang banyak. Tidak terbiasa atau kaku berbicara di depan
umum bukan berarti dakwahnya harus berhenti, kita bisa berdakwah dibelakang
layar, seperti menulis. Kelebihannya adalah dakwah ini tidak musnah walau sang
dai/ penulis telah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini rasulullah bersabda,
"Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para
syuhada".
Seorang
aktivis dakwah adalah seorang muslim sejati ia harus punya kepercayaan diri dan
yakin bahwa apa yang ia lakukan adalah mulia dihadapan Allah sehingga dai tidak
mudah psimis dalam menjalankan dakwahnya. Berdakwah juga bisa dilakukan dengan
metode yang berbeda-beda seperti poin-poin sederhana yang sudah dijelaskan di
atas.
Semoga dengan sedikit ilmu yang saya bagikan ini kita bisa mengamalkannya dan terus menggali ilmu-ilmunya agar kita istiqomah di jalan Allah.
Wassalamualaikum, wr.wb.
at: 16/03/2015









