Rabu, 18 Maret 2015

Memantapkan Diri Dijalan Dakwah

Assalamualaikum sahabat, saya ingin sedikit berbagi tulisan dari tugas dari salah satu DKM fakultas yang saya ikuti, yang bertema 'memantapkan diri dijalan dakwah'.

selamat membaca ^_^


 
Mungkin ada sebagian orang yang menyepelekan tentang dakwah, seperti yang pernah saya alami di lingkungan saya yang masih menganggap  dakwah itu urusan seseorang yang lulus dari pesantren, urusan Ustadz, atau Ustadzah. Padahal, dilihat dari pengertiannya saja, Dakwah (Arab: دعوة‎, da‘wah; "ajakan") adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan garis aqidah, syari'at dan akhlak Islam. Dapat disimpulkan dari pengertiannya dakwah itu adalah ajakan, ajakan dari seorang muslim kemuslim yang lain untuk sama-sama berjalan dalam kebaikan agar mendapat ridho Allah swt.. Seperti firman Allah SWT.:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran [3]: 104)

Dan hadist dari abu sa’id Al-khudri ra. Berkata, “aku mendengar Rasululla saw. Bersabda:
“Barang siapa melihat kemungkaran di lakukan di hadapannya, maka cegahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lidahnya. Jika tidak mampu maka bencilah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lamahnya iman.” (Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Nasa’i-At-targhib)

Dari keduanya, dapat disimpulkan bahwa dakwah boleh disebarkan oleh siapa saja asal ada ilmunya, karena Allah juga telah mencegah kita untuk tidak berbicara tanpa ilmu. Dakwah juga tidak harus mengandung materi yang panjang lebar, kita juga bisa mengaplikasikan dakwah dalam kehidupan sehari-hari, dakwah kepada teman yang sedikit lebih mudah karena kita yang terbiasa saling berkomunikasi atau sekedar mendengarkan curahan isi hati teman kita, disitulah kita bisa menyelipkan nasehat-nasehat islami kepada teman kita agar mereka lebih baik.

Sebagai aktivis dakwah, selalu ada rintangan dalam menjalankannya. Kita juga tahu bahwa ketika kita berada dalam jalur dakwah terlebih menjadi aktivis dakwah, dakwah ini merupakan jalur yang panjang dan tidak cukup hanya samapai pada generasi kita saja, dan yang pasti memerlukan daya tahan yang kuat, kenapa harus memiliki daya tahan kuat? Agar kita tetap istiqomah dalam mengemban dakwah. Banyak cara agar kita tetap bertahan dalam melakukan dakwah; kembali ke motivasi dan tujuan kita di jalan dakwah sebenarnya untuk apa? Menyegarkan kembali keimanan kita dengan cara sering berkumpul dan berbincang dengan aktivis lain agar kita dapat me-charger semangat kita, kita juga harus pandai bersabar karena berdakwah ini memerlukan waktu yang tidak sedikit, berdakwah kepada seseorang berarti kita memasuki/ memengaruhi seseorang atau mengubah pola pikir seseorang agar mau berjalan dijalan-Nya. Ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Juga menjalin tali persaudaraan (ukhuwah) yang baik satu sama lain, baik dengan sesama aktivis, lingkungan dan mad’u (objek dakwah) sekalipun. Ikhlas adalah salah satu hal yang dapat menguatkan motivasi kita, agar semuanya tercapai dengan cara perbaharui niat, menambah kecintaan pada Allah, selalu beramal baik, dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai manusia sekaligus hamba Allah. Tak jarang aktivis ini didera kesulitan, yang mucul dari luar maupun dari diri sendiri. Kesulitan dari diri sendiri itu bisa seperti rasa malas yang tumbuh kapanpun kita merasa bosan, bahkan kesulitan inipun bukan hanya dialami oleh para aktivis dakwah sekarang, pada generasi sebelumnya juga sejak Rasul dan para sahabatnya berdakwah, hambatan, rintangan dan kesulitan itu selalu ada. 
Ada beberapa dakwah yang tanpa kita sadari kita telah memengaruhi orang lain dalam kebaikan:

  1.   Dakwah fardiah
merupakan metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada orang lain (satu orang) atau kepada beberapa orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasa dakwah ini seperti menasehati teman kerja atau teman dekat seperti yang dijelaskan tadi atau mengunjungi orang yang sakit.
  
2. Dakwah bil al-hal
 Dakwah bil al-hal adalah dakwah yang mengedepankan perbuatan nyata. Hal ini dimaksudkan agar si penerima dakwah (al-Mad'ulah) mengikuti jejak dan hal ikhwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini mempunyai pengaruh yang besar pada diri penerima dakwah. Dakwah seperti ini bisa dilakukan utamanya pada unit terkecil misalnya kepada keluarga terlebih dahulu, ibu atau ayah mencontohkan menerapkan shalat tepat waktu, selalu membaca basmalah ketika hendak melakukan sesuatu sehigga orang lain yang melihat dapat menirukan perbuatan kita.
  
3.    Dakwah bit-tadwin
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Pada zaman sekarang ini kita dapat dengan mudahnya mempublikasikan dakwah kita lewat medisa sosial baik itu lewat facebook, line, membuat suatu buku atau novel yang mengandung unsur dakwah didalamnya, bahkan jika yang senang menulis di blog, bisa kita terbitkan tulisan kita di blog juga.
Dahwah melalui tulisan ini cocok untuk seorang aktivis dakwah yang tidak biasa berbicara di depan orang banyak. Tidak terbiasa atau kaku berbicara di depan umum bukan berarti dakwahnya harus berhenti, kita bisa berdakwah dibelakang layar, seperti menulis. Kelebihannya adalah dakwah ini tidak musnah walau sang dai/ penulis telah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada".

Seorang aktivis dakwah adalah seorang muslim sejati ia harus punya kepercayaan diri dan yakin bahwa apa yang ia lakukan adalah mulia dihadapan Allah sehingga dai tidak mudah psimis dalam menjalankan dakwahnya. Berdakwah juga bisa dilakukan dengan metode yang berbeda-beda seperti poin-poin sederhana yang sudah dijelaskan di atas.

Semoga dengan sedikit ilmu yang saya bagikan ini kita bisa mengamalkannya dan terus menggali ilmu-ilmunya agar kita istiqomah di jalan Allah.

Wassalamualaikum, wr.wb.



at: 16/03/2015

Selasa, 10 Maret 2015

Dunia itu gak se-flat yang kita duga!



Dunia itu gak se-Flat yang kita duga!
Ya… dunia ini bahkan bukan flat, tapi terlalu rumit, rumit untuk menemukan kebenaran, rumit karena yang benar disalahkan dan yang salah ikut dibenarkan. Rumitkan? Rumit. Hanya bagaimana kita mau memilih jalan yang seperti apa? Islam sudah mengajarkan kaumnya. Insyaallah agama islam tidak akan mencelakaan umatnya, bahkan hal kecilpun Allah telah mengaturnya dalam hukum islam, bagaimana bisa disebut flat?
 Jika membahas tentang islam, semuanya terlalu luas, mungkin aku bukan orang yang layak membahas tentang hal ini karena ilmuku masih sangat kurang, aku yakin akan banyak argumen ketika aku menuliskan sesuatu tentang agama. Karena pendapat dan isi kepala seseorang pasti berbeda-beda.  

Menuliskan tentang sejarah kejayaan islam itu sangat luas, bahkan terlalu banyak, mungkin hanya setetes debu yang aku tahu. Aku tak mampu membayangkan kekuasaan islam pada imperium Persia dan Romawi, dengan luas 7.400.000 km2 pada imperium Persia, tak terbayang betapa luasnya dan itu adalah kekuasaan islam dengan jaya dan bangganya pada masa itu. 



Ada satu lagi yaitu Imperium Romawi yang 1400 tahun bertahan di eropa dengan luas yang lebih kecil dari imperium persia yaitu 5.000.000km2, nah dari sini kita bisa tau kenapa di kawasan eropa struktur bangunannya malah seperti bangunan islam? 

Terkadang malah sejarahnya itu membawa nama-nama tokoh dalam islam, dan bahkan dalam bangunan tersebut didalamnya ada tulisan arab. Subhanallah eropa menjadi objek wisata dunia dengan bangunan-bangunan yang indah itu ternyata peninggalan islam juga, maka dari itu berbanggalah wahai muslim-muslimah, menegakan hukum islam bukan berarti kita mengusir yang non-islam kan? Bahkan saat adanya Khilafah dulu pun agama lain tetap berdampingan bahkan hidup sejahtera. :) Khilafah itumilik semua umat islam, dan menegakan khilafah juga kewajiban setiap umat islam, mengaku islam tapu tidak percaya khilafah? Bagaimana dong?  Walau negara kita adalah negara demokrasi pancasila, tapi balik lagi ke diri masing-masing tapi yaaaa :) karena agama tak bisa dipisahkan dari segi kehidupan manapun.

Ada salah satu yang ingin aku bahas, entahlah semuanya mucul bagitu saja dikepalaku hehe

Kalian tau ini tempat apa?






Yap! Ini adalah Mezquita di Cordoba- Spanyol.
 Mezquita adalah sebuah Katedral di Cordoba-Spanyol berarsitektur Moor yang dulunya adalah sebuah masjid. Pada kekuasaan islam, Cordoba merupakan ibu kota Spanyol yang kemudian kota ini ditaklukan oleh Kaum kristen sehingga mengalih fungsikan masjid ini menjadi sebuah gereja katedral gotik, dan gedung ini sekarang dipakai sebagai gedung katedral diosese Córdoba.

Sekarang tempat ini menjadi salah satu tempat wisata terkenal di eropa. Maha Besar Allah bahkan eropa yang sekarang menjadi kiblat untuk belajar tentang arsitektur-pun mereka belajar dari keindahan islam, ketika yang lain belum punya perhitungan untuk membuat jembatan, islam dengan seorang yang ahlinya sudah bisa membangun jembatan dengan tanggul kokoh jauh-jauhari sebelum jaman modern ini. "Jembatan ini melebihi jembatan-jembatan yang lain dari segi kemegahan bangunan dan kecanggihannya" (Kharidah al-Aja’ib wa Faridah al-Ghara-ib, Hal. 12). Jembatan ini dibangun oleh Gubernur Andalusia, as-Samh bin Malik al-Khaulani di masa kekhalifahan Umar bin Abdul Aziz. Dan harus kita ketahui jembatan ini dibangun pada saat manusia belum mengenal alat transportasi, terkecuali binatang, seperti: keledai, onta, bighal, dan kuda. Dan ketika itu, sarana pembangunan belum secanggih pada zaman ini. Jembatan ini adalah salah satu dari sekian Keindahan dan merupakan salah satu kebanggaan peradaban Islam hingga saat ini.

Berbanggalah kita menjadi umat muslim, karena Al-kitab kita telah menuliskan seluruh ilmunya disana, tinggal kita mau memahami. Semoga kita termasuk orang-orang yang Allah berikan Cahaya Hidayah-Nya untuk tetap menerima ilmu-Nya.


04/02/15 10.08

Tidur Setelah Subuh?



Pernah merasakan perbedaan tidur setelah subuh dengan yang tidak tidur setelah subuh? Kalau penulis sih pernah merasakannya, dan perbedaannya memang terasa ketika menjalakan aktivitas sehari-hari. Biasanya, ketika bangun subuh dan tidak tidur lagi, lalu paginya menjalankan aktivitas hingga siang atau sore haripun badan terasa lebih segar, apalagi yang biasanya pagi-pagi udah nguap tuh bisa jadi karena habis subuh tidur lagi. Bisa jadi… benar adanya bahwa sifat Rasul itu adalah teladan yang baik bagi umatnya. Tahu kan kalau Rasul tidak pernah tidur setelah subuh? Beliau biasanya setelah shalat subuh tidak meninggalkan tempat shalatnya sampai waktu pagi tiba, ia terkadang sambil bersenda gurau dengan para sahabatnya. Seperti diriwayatkan oleh sebuah hadist:

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

Sejauh ini belum ditemukan sumber yang mengatakan “tidak boleh tidur setelah subuh”. Namun kita ambil baiknya saja ketika kita tidur sehabis subuh itu “akan rugi banyak”. Banyak apa? Contohnya: ketika subuh masih tidur, bisa-bisa kita ngga shalat subuh? Atau ketika kamu punya sebuah toko, toko kamu pagi-pagi masih tutup, tapi orang lain sudah buka, trus udah ada yang beli, emang ngga minder? Nah, pagi-pagi itu awal mula datangya rejeki.

            Penulis pernah ketika akan mengantar ibu dengan sepeda motor, kebetulan bensinnya habis, bingung juga pagi-pagi jam 06.00 mau beli bensin dimana. Setelah jalan sekitar 10 menit, kami menemukan tukang bensin eceran, wow salut jam 6 pagi udah buka. Lalu ibu bilang “biasanya kalo pagi-pagi uadah ada yang beli kesananya suka laku”. (Tamat)

Dan sekarang aku mengerti maksud dari kata-kata Ibu. Berkaitan dengan yang kita bahas, pagi-pagi itu adalah pintu rejeki, dimana Allah membagikan rejeki kepada setiap makhluknya, maka ketika pagi tidak dianjurkan untuk tidur. Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”. Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].

Ambil kesimpulannya saja, tidur setelah subuh juga bisa melemahkan badan dan bikin males. Gak percaya?  Cobain deh! Tapi jangan keterusan ya… Tidur itu jika tidak sesuai dengan porsinya maka bisa disebut sebagai pemalasan, nah, pagi-pagi kan dimana Allah melimpahkan rejeki pada kita, ketika matahari terbit, segeralah beraktivitas, jemput rejeki kita, simpelnya, walau Allah melimpahkan rejeki pada kita di pagi hari tapi kita tidak mau menjemputnya? Rejeki tak akan datang begitu saja tanpa usaha. Ketika pada pagi hari sudah malas-malasan, maka di siang dan sore hari pun akan terasa malas melakukan aktivitas. Gak percaya? Cobain deh!

Sekian tulisan ini semoga bermanfaat dan enggan membuat kita tidur di pagi hari. ^_^


22/02/15 09.33

Kholid bin Walid si Pedang Allah







Kholid bin Walid adalah sahabat Rasulullah SAW. yang dijuluki sebagai "pedang Allah". Kenapa “pedang Allah”? dahulu ketika pada zaman Rasulullah SAW., Kholid bin Walid ini adalah orang yang sangat kuat, ia adalah seorang panglima perang yang tak terkalahkan. Ia sudah terjun dalam puluhan peperangan dan tak pernah satu kalipun kalah dalam peperangan ini, Islam semakin kuat dengan adanya  Kholid bin Walid. Dia (Kholid bin Walid) berkata tentang dirinya: Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong sembilan pedang pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal di tanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman”. Subhanallah Allah telah menganugerahkan kekuatan yang besar kepada Kholid bin Walid sehingga Nabi menjulukinya (Pedang Allah yang Terhunus). Ya, dia adalah pedang Allah yang terhunus untuk orang-orang kafir dan munafik.

Sebelum mendapatkan hidayah dari Allah SWT. dan bergabung dengan Rasulullah SAW. dan menyatakan diri masuk islam, ia adalah panglima perang dari Tentara kaum Kafir Quraisy yang juga berperang melawan pasukan Nabi Muhammad SAW. Kholid bin Walid dengan baju yang kancingnya terbuat dari emas dan Mahkota bertahta berlian ia terlihat sangat gagah dengan badan yang atletis, kekar, tinggi, berpundak lebar, dan besar dan hampir semuanya tunduk padanya sebagai ahli yang menyusun strategi perang. Setelah perang Uhud, Kholid merasa penasaran dengan "siapa Muhammad itu?", lalu ia termenung dan berniat untuk memata-matai Rasul yang awalnya dengan cara mengutus mata-matanya. setelah lama memata-matai, utusannya berkata:
 Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya. Muhammad  mengatakan ”, Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas, tapi kenapa dia tidak paham dengan Agama Allah  yang aku bawa, sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa, dia akan berjuang bersamaku (Muhammad), Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku.

Mendengar kata-kata kata-kata itu, Kholid bin Walid pergi dengan menyamar dan menutupi mukanya dengan topeng. di perjalanan ia bertemu dengan Bilal yang sedang berdakwah, ia menyimak dakwah bilal:
”Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa karena sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha Mengenal”. Al Hujarat ( Qs 49:13 )

Khalid terperanjat mendengar perkataan Bilal yang hanya seorang budak dan buta huruf tetapi bisa berbicara seperti itu. Setelah itu Ali bin Abi Thalib R.A merasa curiga terhadap si penunggang kuda ini dan ia berkata:
Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baik  dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk” 
lalu dibukalah topengnya dan terlihatlah wajah Kholid bin Walid, lalu Kholid bin Walid berkata: ”Aku kemari punya niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam”.
Subhanallah, dengan wajah berseri Ali bin Abi Thalib R.A menyampaikan kabar gembira ini kepada Nabi Muhammad SAW., dan Rasul menyambut kedatangan Kholid bin Walid dengan sangat gembira. Lalu ketika Kholid bin Walid datang Rasul memeluknya dan mengajarkan Dua Kalimat Syahadat kepadanya, lalu ia masuk islam dan melepaskan baju berkancing emasnya, mahkota bertahtahkan berlian pun ia serahkan kepada Rasulullah, dan yang terakhir ia menyerahkan pedangnya kepada Rasulullah tetapi Rasulullah menolaknya dan berkata: "Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid, karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Allah bersamaku" setelah itu Rasulullah memberikan gelar pada pedang itu "syaifullah" yang artinya pedang Allah yang terhunus. Sehingga bertambah kuatlah pasukan Muslimin setelah Khalid bin Walid masuk islam. Lalu Tsabit bin Arqam menunjuk Khalid bin Walid sebagai penglima perang, dengan kesopanan dan kerendahan hatinya Khalid bin Walid setuju, dan orang-orang muslim pun menyetujui Khalid bin Walid sebagai pemimpin mereka.


Satu peperangan pun ia tidak pernah kalah, Maha Besar Allah yang menciptkan langit dan bumi beserta isinya. Selama menjadi panglima perang, ia adalah panutan bagi pasukannya. Harta kekayaan yang ia miliki, yang paling berharga baginya adalah Kuda dan pedang yang selama ini menjadi teman sejatinya diseluruh peperangan yang ia ikuti, dan ia mewakafkan kedua hartanya itu, kesenangan duniawi yang ia perjuangkan hanyalah satu! Ya, hanya satu yang ia jaga dan ia Khawatirkan bahkan sampai ia cari-cari ketika perang Yarmuk sekalipun! Yaitu kopiah yang didalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah. Subhanallah Khalid bin Walid begitu mencintai Rasulullah sampai-sampai didalam peperanganpun ketika kopiahnya terjatuh ia tetap mencarinya.


Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, Tak ada seorang wanita pun yang akan sanggup melahirkan lagi laki-laki seperti Khalid.”, para sahabat berkata tentang Kholid bin Walid: Orang yang tidak pernah tidur, dan tidak membiarkan orang lain tidur.”
Menurutnya, tidak ada yang paling menggembirakan dalam hidupnya selain ketika ia dengan pasukannya bersama orang-orang muhajirin menggempur kaum musyrikin di waktu subuh.
Ada yang mengisahkan bahwa yang menjadi kerisauannya sebelum wafat adalah, seluruh hidupnya ia habiskan di medan perang dengan kuda dan pedangnya juga dengan pasukan Muslimin dan para Syuhada. Ia (Kholid bin Walid) berkata: Aku telah ikut serta berperang dalam pertempuran di mana-mana, seluruh tubuhku penuh dengan tebasan pedang, tusukan tombak serta tancapan anak pana, kemudian inilah aku, tidak seperti yang aku inginkan, mati di atas tempat tidur, laksana matinya seekor unta.”

 Karena menurut sumber, Kholid bin Walid tidak wafat dalam keadaan perang, tetapi di atas tempat tidur. Wafat dalam keadaan perang ataupun bukan, ia pasti akan tetap menjadi Syuhada dan Syurga adalah tempat kembalinya, karena ia telah membela Agama Allah, karena jika ia wafat dalam perang mungkin pasukan umat Islam tidak akan sehebat ketika ia yang menjadi pemimpin dengan strategi perang yang tiada tandingannya. Wallahu a'lam, hanya Allah Yang Maha Tahu.

Banyak ang patut kita contoh dari Kholid bin Walid ini diantaranya adalah Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam, keberaniannya dalam menyerang kaum Kafir, kecerdasannya dalam menyusun strategi perang dan kepemimpinannya yang bisa dipercaya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya yang menjadikan kita rindu dengan pemimpin seperti ini. Ia sandarkan semua masalah pada Allah. "dan tak akan kita temui seorang lelaki lagi yang seperti ini dari rahim ibu manapun".- Khalifah Umar bin Khattab.


17/02/2015

Saya Muslim, Boleh Gak Yaaaaa Merayakan Valentine's Day?


Dihari ini pasti udah pada tahu kan hari ini hari apa… 14 februari? Terutama untuk anak yang berada di daerah perkotaan dan tidak menutup kemungkinan di desa pun sudah tau khususnya remaja yang identik labil dan masih mencari-cari jati diri. Terinspirasi dari adik yang bertanya "boleh gak sih seorang Muslim rayain Valentine's day?" saya jadi nulis ini deh, hehehe

Sudah pergi ke Mall atau pusat perbelanjaan lain? Ya... Pasti sudah lihat kan keindahan Mall di hari Valentine ini seperti apa? Dahsyat... semuanya pernak-pernik yang berwarna pink bergelantungan, stand cokelat yang sudah dibungkus di kotak dengan pita atau cokelat yang sudah dibalut kertas warna pink, bantal bentuk hati, boneka Teddy bertuliskan Valentine di dadanya juga ada. Ya.. tradisi Kristen Barat ini sudah menjalar ke masyarakat Indonesia yang mayoritasnya Muslim. Kok bisa? Bahkan sampai ke desa yang "lumayan jauh aksesnya ke kota"  mereka kenal loh hari valentine. woooooooow amazing, kira-kira kenapa ya kok bisa pada tau? Mudah... Karena Teknologi. Televisi saja menjelang hari valentine ini giat menayangkan aksesoris apa yang bagus untuk dihadiahkan kepada orang terkasih. Sinetron yang tayangpun, sinetron remaja yang banyaknya tidak mendidik. Betul? Dan, yaaa tentunya karena lingkungan juga jadi faktor utama.



Mungkin hari ini seluruh manusia di dunia sedang merayakan hari valentine, beruntunglah kalian yang masih mempunyai pagar pemilah untuk memilih mana yang benar dan mana yang salah. 
Oh ya, saya pernah membaca suatu tulisan yang cukup membuat saya termenung dan ada perasaan tak karuan karena kalimat ini, masalah kebenaran dari kalimat ini, Wallahu a'lam...

“Misi Utama Kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi kristen atau yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam….
Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata utk memuaskan hawa nafsunya..” (Pidato samuel Zwemmer, tokoh Yahudi, dlm Konfrensi Missi di Yerusalem, 1935) sumber: dari sini

Ada gak sih Valentine's Day dalam islam? apa sih Valentine's day itu? atau jangan-jangan kalian cuma ikut-ikutan aja karena banyak yang merayakan jadi ikut merayakan juga? Ngeri ya, padahal Allah ratusan abad yang lalu dalam Al-quran sudah mengingatkan kita:

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(QS Israa':36) 

Peringatan Allah ini karena Ia menyayangi kita, nah jelas, "jangan mengikuti jika tidak punya pengetahuan tentangnya", tahu V-day itu apa? Ah, tak terbayang betapa sedihnya Rasul kita melihat kelakuan kita dizaman ini, semoga Syafaatnya di hari kiamat nanti selalu tercurah pada orang-orang yang terus mau untuk memperbaiki diri. Aamiin

“Barangsiapa melakukan amal yg tiada didasari perintahku (Qur’an & Sunnah) maka amal perbuatannya tertolak.” (HR.Ahmad)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah jg berkata: “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tsb adalah haram. Semisal dengan memberi ucapan pada hari raya mereka dan sejenisnya, itu adalah haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah daripada membunuh.”

Wah ritual itu khusus untuk orang kafir loh, jadi, bagaimana? Iiiih ngeri kan KHUSUS loh, masa iya yang muslim mau disebut kafir? Naudzubillah... wah wah dosanya lebih besar daripada membunuh loh, tapi bukan berarti kita harus membunuh juga ya, hanya perbandingan saja kalau ini tuh dosa besar. Semoga kita semua bukan menjadi golongan orang-orang yang tersesat.

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
  Dengan dalil yang sekian banyaknya, membaca satu dalil saja sudah membuat badan merinding, ngeri, takut di azab sama yang punya jiwa raga ini, kalau ingat sama pemilik jiwa raga suka ingat mati, kita terlahir suci, utuh, kembali juga harus utuh dong ya? Minimal dosa kita lebih sedikit dari Kebaikan kita hehhe

Jadi, boleh gak yaaaa merayakan Vanltine's Day? Jawabannya? Bisa kalian simpulkan dari bacaan di atas :)

Mohon maaf jika ada kesalahan kata atau yang menyentuh hati. Ambil hikmahnya saja,
Semoga bermanfaat ^_^ 

Baca sejarah hari valentine yuk! baca disini

13/02/2015