Kholid
bin
Walid adalah sahabat Rasulullah SAW. yang dijuluki sebagai "pedang
Allah".
Kenapa “pedang Allah”? dahulu ketika pada zaman Rasulullah SAW., Kholid
bin Walid ini
adalah orang yang sangat kuat, ia adalah seorang panglima perang yang
tak
terkalahkan. Ia sudah terjun dalam puluhan peperangan dan tak pernah
satu kalipun kalah dalam peperangan ini, Islam semakin kuat dengan
adanya Kholid bin Walid. Dia (Kholid bin Walid) berkata tentang dirinya: Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong
sembilan pedang pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal
di tanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman”. Subhanallah Allah telah menganugerahkan kekuatan yang besar kepada Kholid
bin Walid sehingga Nabi menjulukinya (Pedang Allah yang Terhunus). Ya,
dia adalah pedang Allah yang terhunus untuk orang-orang kafir dan
munafik.
Sebelum
mendapatkan hidayah dari Allah SWT. dan bergabung dengan Rasulullah
SAW. dan menyatakan diri masuk islam, ia adalah panglima perang dari
Tentara kaum Kafir Quraisy yang juga berperang melawan pasukan Nabi
Muhammad SAW. Kholid bin Walid dengan
baju yang kancingnya terbuat dari emas dan Mahkota bertahta berlian ia
terlihat sangat gagah dengan badan yang atletis, kekar, tinggi,
berpundak lebar, dan besar dan hampir semuanya tunduk padanya sebagai
ahli yang menyusun strategi perang. Setelah perang Uhud, Kholid merasa
penasaran dengan "siapa Muhammad itu?", lalu ia termenung dan berniat
untuk memata-matai Rasul yang awalnya dengan cara mengutus mata-matanya.
setelah lama memata-matai, utusannya berkata:
”Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad
kepada para pasukannya. Muhammad mengatakan ”, Aku heran kepada seorang
panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas, tapi kenapa
dia tidak paham dengan Agama Allah yang aku bawa, sekiranya Khalid bin
Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa, dia akan berjuang
bersamaku (Muhammad), Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk
bersanding di sampingku.”
Mendengar kata-kata kata-kata itu, Kholid
bin Walid pergi dengan menyamar dan menutupi mukanya dengan topeng. di
perjalanan ia bertemu dengan Bilal yang sedang berdakwah, ia menyimak
dakwah bilal:
”Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki
dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku
suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang
paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang paling
bertaqwa karena sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha Mengenal”. Al Hujarat ( Qs 49:13 )
Khalid
terperanjat mendengar perkataan Bilal yang hanya seorang budak dan buta
huruf tetapi bisa berbicara seperti itu. Setelah itu Ali bin Abi Thalib R.A merasa curiga terhadap si penunggang kuda ini dan ia berkata:
”Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa
mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baik dan bila
niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk”
lalu dibukalah topengnya dan terlihatlah wajah Kholid bin Walid, lalu Kholid bin Walid berkata: ”Aku kemari punya niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam”.
Subhanallah, dengan wajah berseri Ali bin Abi Thalib R.A menyampaikan kabar gembira ini kepada Nabi Muhammad SAW., dan Rasul menyambut kedatangan Kholid bin Walid dengan sangat gembira. Lalu ketika Kholid
bin Walid datang Rasul memeluknya dan mengajarkan Dua Kalimat Syahadat
kepadanya, lalu ia masuk islam dan melepaskan baju berkancing emasnya,
mahkota bertahtahkan berlian pun ia serahkan kepada Rasulullah, dan yang
terakhir ia menyerahkan pedangnya kepada Rasulullah tetapi Rasulullah
menolaknya dan berkata: "Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid, karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Allah bersamaku" setelah
itu Rasulullah memberikan gelar pada pedang itu "syaifullah" yang
artinya pedang Allah yang terhunus. Sehingga bertambah kuatlah pasukan
Muslimin setelah Khalid bin Walid masuk islam. Lalu Tsabit bin Arqam menunjuk Khalid bin Walid sebagai penglima perang, dengan kesopanan dan kerendahan hatinya Khalid bin Walid setuju, dan orang-orang muslim pun menyetujui Khalid bin Walid sebagai pemimpin mereka.
Satu
peperangan pun ia tidak pernah kalah, Maha Besar Allah yang menciptkan
langit dan bumi beserta isinya. Selama menjadi panglima perang, ia
adalah panutan bagi pasukannya. Harta kekayaan yang ia miliki, yang
paling berharga baginya adalah Kuda dan pedang yang selama ini menjadi
teman sejatinya diseluruh peperangan yang ia ikuti, dan ia mewakafkan
kedua hartanya itu, kesenangan duniawi yang ia perjuangkan hanyalah
satu! Ya, hanya satu yang ia jaga dan ia Khawatirkan bahkan sampai ia
cari-cari ketika perang Yarmuk sekalipun! Yaitu kopiah yang didalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah. Subhanallah Khalid bin Walid begitu mencintai Rasulullah sampai-sampai didalam peperanganpun ketika kopiahnya terjatuh ia tetap mencarinya.
Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, “Tak ada seorang wanita pun yang akan sanggup melahirkan lagi laki-laki seperti Khalid.”, para sahabat berkata tentang Kholid bin Walid: “Orang yang tidak pernah tidur, dan tidak membiarkan orang lain tidur.”
Menurutnya,
tidak ada yang paling menggembirakan dalam hidupnya selain ketika ia
dengan pasukannya bersama orang-orang muhajirin menggempur kaum
musyrikin di waktu subuh.
Ada
yang mengisahkan bahwa yang menjadi kerisauannya sebelum wafat adalah,
seluruh hidupnya ia habiskan di medan perang dengan kuda dan pedangnya
juga dengan pasukan Muslimin dan para Syuhada. Ia (Kholid bin Walid) berkata: “Aku telah ikut serta berperang dalam pertempuran di
mana-mana, seluruh tubuhku penuh dengan tebasan pedang, tusukan tombak
serta tancapan anak pana, kemudian inilah aku, tidak seperti yang aku
inginkan, mati di atas tempat tidur, laksana matinya seekor unta.”
Karena menurut sumber, Kholid
bin Walid tidak wafat dalam keadaan perang, tetapi di atas tempat
tidur. Wafat dalam keadaan perang ataupun bukan, ia pasti akan tetap
menjadi Syuhada dan Syurga adalah tempat kembalinya, karena ia telah
membela Agama Allah, karena jika ia wafat dalam perang mungkin pasukan
umat Islam tidak akan sehebat ketika ia yang menjadi pemimpin dengan
strategi perang yang tiada tandingannya. Wallahu a'lam, hanya Allah Yang
Maha Tahu.
Banyak ang patut kita contoh dari Kholid bin Walid ini diantaranya adalah Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam, keberaniannya dalam menyerang kaum Kafir, kecerdasannya dalam menyusun strategi perang dan kepemimpinannya yang bisa dipercaya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya yang menjadikan kita rindu dengan pemimpin seperti ini. Ia sandarkan semua masalah pada Allah. "dan tak akan kita temui seorang lelaki lagi yang seperti ini dari rahim ibu manapun".- Khalifah Umar bin Khattab.
17/02/2015
Banyak ang patut kita contoh dari Kholid bin Walid ini diantaranya adalah Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam, keberaniannya dalam menyerang kaum Kafir, kecerdasannya dalam menyusun strategi perang dan kepemimpinannya yang bisa dipercaya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya yang menjadikan kita rindu dengan pemimpin seperti ini. Ia sandarkan semua masalah pada Allah. "dan tak akan kita temui seorang lelaki lagi yang seperti ini dari rahim ibu manapun".- Khalifah Umar bin Khattab.
17/02/2015



Tidak ada komentar:
Posting Komentar