Selasa, 10 Maret 2015

Kholid bin Walid si Pedang Allah







Kholid bin Walid adalah sahabat Rasulullah SAW. yang dijuluki sebagai "pedang Allah". Kenapa “pedang Allah”? dahulu ketika pada zaman Rasulullah SAW., Kholid bin Walid ini adalah orang yang sangat kuat, ia adalah seorang panglima perang yang tak terkalahkan. Ia sudah terjun dalam puluhan peperangan dan tak pernah satu kalipun kalah dalam peperangan ini, Islam semakin kuat dengan adanya  Kholid bin Walid. Dia (Kholid bin Walid) berkata tentang dirinya: Sungguh dengan tanganku ini telah terpotong sembilan pedang pada saat peperangan Mu’tah sehingga tidak tertinggal di tanganku kecuali sebuah pedang yang berasal dari Yaman”. Subhanallah Allah telah menganugerahkan kekuatan yang besar kepada Kholid bin Walid sehingga Nabi menjulukinya (Pedang Allah yang Terhunus). Ya, dia adalah pedang Allah yang terhunus untuk orang-orang kafir dan munafik.

Sebelum mendapatkan hidayah dari Allah SWT. dan bergabung dengan Rasulullah SAW. dan menyatakan diri masuk islam, ia adalah panglima perang dari Tentara kaum Kafir Quraisy yang juga berperang melawan pasukan Nabi Muhammad SAW. Kholid bin Walid dengan baju yang kancingnya terbuat dari emas dan Mahkota bertahta berlian ia terlihat sangat gagah dengan badan yang atletis, kekar, tinggi, berpundak lebar, dan besar dan hampir semuanya tunduk padanya sebagai ahli yang menyusun strategi perang. Setelah perang Uhud, Kholid merasa penasaran dengan "siapa Muhammad itu?", lalu ia termenung dan berniat untuk memata-matai Rasul yang awalnya dengan cara mengutus mata-matanya. setelah lama memata-matai, utusannya berkata:
 Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya. Muhammad  mengatakan ”, Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas, tapi kenapa dia tidak paham dengan Agama Allah  yang aku bawa, sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa, dia akan berjuang bersamaku (Muhammad), Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku.

Mendengar kata-kata kata-kata itu, Kholid bin Walid pergi dengan menyamar dan menutupi mukanya dengan topeng. di perjalanan ia bertemu dengan Bilal yang sedang berdakwah, ia menyimak dakwah bilal:
”Hai manusia kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku suku supaya kamu saling mengenal dengan baik. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa karena sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha Mengenal”. Al Hujarat ( Qs 49:13 )

Khalid terperanjat mendengar perkataan Bilal yang hanya seorang budak dan buta huruf tetapi bisa berbicara seperti itu. Setelah itu Ali bin Abi Thalib R.A merasa curiga terhadap si penunggang kuda ini dan ia berkata:
Hai penunggang Kuda Bukalah topengmu agar aku bisa mengenalimu, bila niatmu baik aku akan layani dengan baik  dan bila niatmu buruk aku akan layani pula dengan buruk” 
lalu dibukalah topengnya dan terlihatlah wajah Kholid bin Walid, lalu Kholid bin Walid berkata: ”Aku kemari punya niat baik untuk bertemu Muhammad dan menyatakan diriku masuk Islam”.
Subhanallah, dengan wajah berseri Ali bin Abi Thalib R.A menyampaikan kabar gembira ini kepada Nabi Muhammad SAW., dan Rasul menyambut kedatangan Kholid bin Walid dengan sangat gembira. Lalu ketika Kholid bin Walid datang Rasul memeluknya dan mengajarkan Dua Kalimat Syahadat kepadanya, lalu ia masuk islam dan melepaskan baju berkancing emasnya, mahkota bertahtahkan berlian pun ia serahkan kepada Rasulullah, dan yang terakhir ia menyerahkan pedangnya kepada Rasulullah tetapi Rasulullah menolaknya dan berkata: "Jangan kau lepaskan pedang itu Khalid, karena dengan pedang itu nanti kamu akan berjuang membela agama Allah bersamaku" setelah itu Rasulullah memberikan gelar pada pedang itu "syaifullah" yang artinya pedang Allah yang terhunus. Sehingga bertambah kuatlah pasukan Muslimin setelah Khalid bin Walid masuk islam. Lalu Tsabit bin Arqam menunjuk Khalid bin Walid sebagai penglima perang, dengan kesopanan dan kerendahan hatinya Khalid bin Walid setuju, dan orang-orang muslim pun menyetujui Khalid bin Walid sebagai pemimpin mereka.


Satu peperangan pun ia tidak pernah kalah, Maha Besar Allah yang menciptkan langit dan bumi beserta isinya. Selama menjadi panglima perang, ia adalah panutan bagi pasukannya. Harta kekayaan yang ia miliki, yang paling berharga baginya adalah Kuda dan pedang yang selama ini menjadi teman sejatinya diseluruh peperangan yang ia ikuti, dan ia mewakafkan kedua hartanya itu, kesenangan duniawi yang ia perjuangkan hanyalah satu! Ya, hanya satu yang ia jaga dan ia Khawatirkan bahkan sampai ia cari-cari ketika perang Yarmuk sekalipun! Yaitu kopiah yang didalamnya terdapat beberapa helai rambut Rasulullah. Subhanallah Khalid bin Walid begitu mencintai Rasulullah sampai-sampai didalam peperanganpun ketika kopiahnya terjatuh ia tetap mencarinya.


Khalifah Umar bin Khattab pernah berkata, Tak ada seorang wanita pun yang akan sanggup melahirkan lagi laki-laki seperti Khalid.”, para sahabat berkata tentang Kholid bin Walid: Orang yang tidak pernah tidur, dan tidak membiarkan orang lain tidur.”
Menurutnya, tidak ada yang paling menggembirakan dalam hidupnya selain ketika ia dengan pasukannya bersama orang-orang muhajirin menggempur kaum musyrikin di waktu subuh.
Ada yang mengisahkan bahwa yang menjadi kerisauannya sebelum wafat adalah, seluruh hidupnya ia habiskan di medan perang dengan kuda dan pedangnya juga dengan pasukan Muslimin dan para Syuhada. Ia (Kholid bin Walid) berkata: Aku telah ikut serta berperang dalam pertempuran di mana-mana, seluruh tubuhku penuh dengan tebasan pedang, tusukan tombak serta tancapan anak pana, kemudian inilah aku, tidak seperti yang aku inginkan, mati di atas tempat tidur, laksana matinya seekor unta.”

 Karena menurut sumber, Kholid bin Walid tidak wafat dalam keadaan perang, tetapi di atas tempat tidur. Wafat dalam keadaan perang ataupun bukan, ia pasti akan tetap menjadi Syuhada dan Syurga adalah tempat kembalinya, karena ia telah membela Agama Allah, karena jika ia wafat dalam perang mungkin pasukan umat Islam tidak akan sehebat ketika ia yang menjadi pemimpin dengan strategi perang yang tiada tandingannya. Wallahu a'lam, hanya Allah Yang Maha Tahu.

Banyak ang patut kita contoh dari Kholid bin Walid ini diantaranya adalah Kegigihannya dalam memperjuangkan Islam, keberaniannya dalam menyerang kaum Kafir, kecerdasannya dalam menyusun strategi perang dan kepemimpinannya yang bisa dipercaya, kebijaksanaan dan kerendahan hatinya yang menjadikan kita rindu dengan pemimpin seperti ini. Ia sandarkan semua masalah pada Allah. "dan tak akan kita temui seorang lelaki lagi yang seperti ini dari rahim ibu manapun".- Khalifah Umar bin Khattab.


17/02/2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar