Selasa, 10 Maret 2015

Tidur Setelah Subuh?



Pernah merasakan perbedaan tidur setelah subuh dengan yang tidak tidur setelah subuh? Kalau penulis sih pernah merasakannya, dan perbedaannya memang terasa ketika menjalakan aktivitas sehari-hari. Biasanya, ketika bangun subuh dan tidak tidur lagi, lalu paginya menjalankan aktivitas hingga siang atau sore haripun badan terasa lebih segar, apalagi yang biasanya pagi-pagi udah nguap tuh bisa jadi karena habis subuh tidur lagi. Bisa jadi… benar adanya bahwa sifat Rasul itu adalah teladan yang baik bagi umatnya. Tahu kan kalau Rasul tidak pernah tidur setelah subuh? Beliau biasanya setelah shalat subuh tidak meninggalkan tempat shalatnya sampai waktu pagi tiba, ia terkadang sambil bersenda gurau dengan para sahabatnya. Seperti diriwayatkan oleh sebuah hadist:

Dari Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering menemani duduk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”. jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang masa jahiliah yang telah mereka lalui kemudian mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).

Sejauh ini belum ditemukan sumber yang mengatakan “tidak boleh tidur setelah subuh”. Namun kita ambil baiknya saja ketika kita tidur sehabis subuh itu “akan rugi banyak”. Banyak apa? Contohnya: ketika subuh masih tidur, bisa-bisa kita ngga shalat subuh? Atau ketika kamu punya sebuah toko, toko kamu pagi-pagi masih tutup, tapi orang lain sudah buka, trus udah ada yang beli, emang ngga minder? Nah, pagi-pagi itu awal mula datangya rejeki.

            Penulis pernah ketika akan mengantar ibu dengan sepeda motor, kebetulan bensinnya habis, bingung juga pagi-pagi jam 06.00 mau beli bensin dimana. Setelah jalan sekitar 10 menit, kami menemukan tukang bensin eceran, wow salut jam 6 pagi udah buka. Lalu ibu bilang “biasanya kalo pagi-pagi uadah ada yang beli kesananya suka laku”. (Tamat)

Dan sekarang aku mengerti maksud dari kata-kata Ibu. Berkaitan dengan yang kita bahas, pagi-pagi itu adalah pintu rejeki, dimana Allah membagikan rejeki kepada setiap makhluknya, maka ketika pagi tidak dianjurkan untuk tidur. Dari ‘Urwahin bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk tidur di waktu pagi”. Urwah mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa  seorang itu tidur di waktu pagi maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya”. [Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no 25442 dengan sanad yang sahih].

Ambil kesimpulannya saja, tidur setelah subuh juga bisa melemahkan badan dan bikin males. Gak percaya?  Cobain deh! Tapi jangan keterusan ya… Tidur itu jika tidak sesuai dengan porsinya maka bisa disebut sebagai pemalasan, nah, pagi-pagi kan dimana Allah melimpahkan rejeki pada kita, ketika matahari terbit, segeralah beraktivitas, jemput rejeki kita, simpelnya, walau Allah melimpahkan rejeki pada kita di pagi hari tapi kita tidak mau menjemputnya? Rejeki tak akan datang begitu saja tanpa usaha. Ketika pada pagi hari sudah malas-malasan, maka di siang dan sore hari pun akan terasa malas melakukan aktivitas. Gak percaya? Cobain deh!

Sekian tulisan ini semoga bermanfaat dan enggan membuat kita tidur di pagi hari. ^_^


22/02/15 09.33

Tidak ada komentar:

Posting Komentar