Assalamu'alaikum
wr.wb.
Sering
ya kita mendengar seseorang jika ditanya “hayooo kamu nih kapan berhijab?” dan
jawabannya “nanti dulu ah nunggu datang hidayah”
Yuk
kita berbagi…
Taukah
teman-teman makna hidayah? Yup! Hidayah berasal dari kata Al-hadyu, yang
berarti bimbingan hidup. Orang yang mendapatkan hidayah bukan berarti dia tak
pernah ber’doa, justru ia selalu berdo’a agar ia taat dan istiqomah. Namun,
mengapa banyak sekali orang yang malah menunggu hidayah bukan menjemput
hidayah? Ini bisa dikarenakan beberapa faktor ketidaktahuan seseorang tentang
hidayah itu sendiri. Taukah teman-taman bahwa hidayah itu dekaaaaat sekali
dengan kita? Hanya saja pintu hati kita yang masih belum membuka untuk menerima
hidayah itu masuk kedalam jiwa dan melekat selamanya menjadi sebuah ketaatan pada
Sang Pencipta.
Makna
“nunggu hidayah dulu” itu salah, bahwasannya hidayah itu adalah kita yang
menjemputnya, gimana cara menjemputnya? MEMINTA. Allah senang pada hambanya
yang selalu berdo’a dan meminta, kita berhak meminta hidayah padaNya, berdoa
agar diberikan jalan yang lurus, dan dari situlah engkau akan merasakan betapa
hidayah itu sebetulnya sangat dekat sekali dengan kita. Ambil contoh kecil saja,
misalnya memakai kerudung dan jilbab (jubah/gamis). Masyarakat masih banyak
yang beranggapan bahwa yang menggunakan pakaian semacam ini adalah orang-orang
pesantrenan, ya…tidak dipungkiri sayapun dulu beranggapan begitu. Namun seorang
santri pun tidak menjamin bahwa ia sudah baik, dan keluar dari pesantren ia akan
tetap menggunakan khimar dan jilbabnya, keinginan kuat itu adalah datang dari
diri sendiri, bukan terpaksa karena keadaan atau aturan. Kewajiban menutup
aurat itu adalah kewajiban seorang muslim/ muslimah. Lalu mengapa sekarang
muslim seperti ini? Kau tau.. pengaruh dari luar itu sangat kuat (barat) dan
juga karena terciptanya lingkungan yang tidak kondusif yang membuat keadaan
seperti ini. Yang memakai jilbab panjang disebut teroris, aliran sesat. Terus
kalo yang gak pake jilbab di puji-puji cantik, modis. Naudzubillah…
Muslimah
berjilbab itu, bukan berarti ia itu perempuan sholeha yang tidak mempunyai dosa
dan salah, tapi itu adalah bentuk rasa syukur ia terhadap apa yang sudah Allah
karuniakan padanya, fisik yang sempurna yang harus dijaga, dan itu adalah
sebuah kewajiban agar tidak sembarangan orang yang bisa menikmati tubuhmu ukhti…
Allah itu sangat menyayangi wanita sehingga ia berikan aturan seperti ini yang
menurut kamu ini adalah berntentangan dengan Hak Asasi, Hak Reproduksi
Perempuan, Hak kebebasan dan hak-hak buatan manusia yang lainnya.
Muslimah
berjilbab bukan berarti ia 100% baik, justru karena ia merasa masih kurang
baik, maka ia berusaha untuk memperbaiki. Ia berusaha untuk taat, karena dengan
jilbabnya ia merasa malu, karena dengan jilbabnya ia merasa berharga.
Lalu
bagaimana dengan “nanti ah berkerudungnya kalau sudah siap”.
Jelas
salah, khimar dan jilbab itu adalah HARGA
MATI, Allah langsung yang memerintahkan pada kita dalam Al-Quran:
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.
2. QS. An-Nuur: 31
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Memangnya
jika malaikat Ijroil mencabut nyawamu kamu bisa jawab “nanti sajalah kalau
sudah siap”. Tidak…. Karena itu adalah suatu takdir pada dirimu, begitupun sama
halnya dengan jilbab ini tidak bisa ditawar karena ini juga perintah Allah.
Faham ya Ukhti kalau jilbab itu bersifat Urgensi, dan kita wajib taat pada setiap surat yang Allah turunkan yang berisi hukum-hukum Allah.
Semoga diitiqomahkan dan segera jemput hidayahnyaaaaaa ^_^
wassalamu'alaikum wr.wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar